Selasa, 20 Maret 2012

1. Penyesuaian Diri Hewan dengan Lingkungannya

1. Penyesuaian Diri Hewan dengan Lingkungannya Penyesuaian diri atau dikenal dengan istilah adaptasi, bertujuan untuk: 1) memperoleh makanan dan 2) melindungi diri dari musuhnya. a. Adaptasi hewan dalam memperoleh makanan Contoh: Harimau --> kuku dan taring yang tajam Burung --> paruh sesuai dengan jenis makanan Kupu-kupu --> probosis Lebah --> tipe mulut penjilat Unta --> punuk (berisi lemak yang dapat dipecah menjadi makanan dan air) Bebek --> bentuk paruh pipih dan lebar (memudahkan untuk mencari cacing di balik lumpur) Kelelawar --> menghasilkan gelombang bunyi (mengetahui posisi mangsanya disebut ekolokasi) Armadilo --> lidah yang panjang dan lengket (untuk menangkap serangga kecil) b. Adaptasi hewan terhadap habitatnya Contoh: Unta -->dua baris bulu mata (untuk melindungi mata dari pasir dan matahari), dua jari kaki yang bersatu (untuk mencegah tenggelam di dalam pasir) Kangguru -->kantung pada perutnya (untuk menyimpan anaknya selama kurang lebih delapan bulan). Ikan --> bentuk badan runcing Burung --> kaki sesuai dengan tempat hidup Anjing laut --> lapisan lemak di bawah kulit Cicak --> telapak kaki memiliki lapisan lengket yang tampak seperti guratan-guratan (berguna untuk merayap di dinding) c. Adaptasi hewan untuk melindungi diri dari musuh Contoh: Trenggiling --> melingkarkan tubuh Bunglon --> mimikri Belalang daun --> warna & bentuk seperti daun Cumi-cumi --> zat tinta Ular -->bisa Cicak --> autotomi (memutuskan buntut) 2. Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan Lingkungannya a. Menggugurkan daun / meranggas Contoh: jati, randu, mahoni, kedondong, flamboyan,dsb b. Batang/tangkai daun meggelembung Contoh: eceng gondok, kangkung, teratai c. Berdaun kecil-kecil/tebal/tak berdaun/berlapis kutikula Contoh: kaktus, anggrek, bakung, lidah buaya, tusam, cemara d. Warna bunga mencolok dan menghasilkan bau khas Contoh: bunga bangkai, mawar, bunga sepatu e. Akar dipermukaan air Contoh: bakau

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar